28 Juli 2008

って tte dan だと da to

liat midorizuki sensei, jadi ikutan semangat nulis lagi ^^

Partikel di Akhir Kalimat yang Menunjukkan Bahwa Pembicara Mendengar Suatu Informasi
1. って (tte)
2. だと (da to)

Kedua partikel ini biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari di antara teman dan keluarga. Bentuk yang lebih formal yang mempunyai arti sama adalah (そうです sou desu) misalnya:

中田さんは来るそうです。
Nakata-san wa kuru sou desu.
Saya dengar Nakata-san akan datang. / Katanya Nakata-san akan datang.



1. って (tte).

Untuk mengungkapkan bahwa si pembicara telah mendengar suatu informasi dari orang lain biasa di pakai bentuk って tte. Bentuk ini adalah bentuk biasa dan digunakan dalam percakapan sehari-hari antara keluarga dan teman. Bentuk ini dapat mengikuti kata benda (って tte berubah menjadi だって datte, だ da merupakan bentuk biasa dari です desu), kata sifat dan kata kerja.
Ketika mengikuti kata kerja (misalnya 食べるって taberu tte) bentuknya sering berubah menjadi 食べるんだって taberu n datte.

ゆみ: 昨日の晩、真由から電話が来て、明日都合が悪くなって来られないんだって
京子: 本当?じゃ、私たちもやめようか。

Yumi: Kinou no ban, Mayu kara denwa ga kite, ashita tsugou ga waruku natte korarenai n datte.
Kyouko: Hontou? Ja, watashitachi mo yameyou ka.

Yumi: Kemarin malam, Mayu telepon, karena besok ada urusan jadi ga bisa datang katanya.
Kyouko: Beneran? Kalo gitu, kita juga ga usah aja kali yah.


2. だと (da to).

Sama arti dan fungsinya seperti って tte. Bentuk ini lebih sering dipakai oleh laki-laki daripada wanita dan terasa lebih kasar dan tegas, serta lebih jarang digunakan.
Bentuk だと da to langsung mengikuti kata benda, sedangkan ketika mengikuti kata kerja, ん n harus disisipkan, misalnya: 食べるんだと taberun dato. Dalam bahasa Indonesia diartikan menjadi: katanya / saya dengar.

妹: お母さんどうしてあわてて掃除なんかしてるの?
姉: 今晩急にお客さんが来るんだと

Imouto: Okaasan doushite awatete souji nanka shite ru no?
Ane: Konban kyuu ni okyakusan ga kuru n da to.

Adik Cewek: Ibu ngapain sih buru-buru bersih-bersih?
Kakak Cewek: Ada tamu yang tiba-tiba mau datang katanya.

これは おもしろいと おもいますか? klik di sini untuk berlangganan gratis via e-mail. isi formulir, kemudian aktifkan registrasi via link konfirmasi yang terkirim ke inbox e-mail anda.

Jidouhanbaiki/Jihanki


自動販売機(自動 jidou =otomatis;販売 hanbai =penjualan;機 ki =mesin) atau otomat pengecer (vending machine), mudah sekali dijumpai di Jepang. Menurut data JVMA, Jepang merupakan negara dengan jumlah jihanki per kapita terbanyak di dunia (setiap 1 mesin "melayani" 23 orang penduduk). Yang lebih unik, jenis barang yang dijual jihanki sangatlah bervariasi, mulai dari minuman ringan, rokok, beras (lihat foto/gambar di atas), payung, sampai majalah porno! Masih banyak lagi jenis jihanki yang tak lazim ditemukan di belahan dunia mana pun.


Walaupun Jepang sudah mempunyai jihanki sejak tahun 1904 (menjual prangko dan kartu pos), bisnis jihanki mulai berkembang pesat dari tahun 1967 ketika uang koin 100 yen pertama kali didistribusikan oleh pemerintah. Bahkan kini sudah banyak otomat pengecer yang menerima pembayaran dengan kartu pintar atau melalui mobile payment (seperti o-saifu keitai, taspo, dan lain-lain).

Kenapa bisnis jihanki ini sangat populer di Jepang? Ada banyak penyebab, di antaranya adalah rendahnya tingkat vandalisme serta tempat yang terbatas (mesin otomat pengecer tak memakan banyak tempat). Setiap orang bisa mendapatkan tambahan penghasilan hanya dengan membeli satu unit mesin jihanki dan meletakkannya di depan rumah atau di tempat-tempat strategis lainnya. Sang pemilik tak perlu menyewa pegawai karena jihanki akan melakukan segalanya, termasuk "memberi" uang kembalian!

Menjamurnya bisnis jihanki ini sempat dikritik oleh para pemerhati lingkungan. Menurut mereka, pemborosan energi listrik (jihanki menyala 24 jam sehari) dan sampah plastik/kaleng/botol akan merusak lingkungan. Untuk mengatasi masalah ini, Jepang terus-menerus melakukan inovasi untuk menghasilkan mesin yang lebih hemat energi serta ramah lingkungan. Sistem daur ulang sampahnya pun selalu diperbaiki. Bahkan ada jihanki yang menjual minuman dengan menggunakan gelas kertas & jika kita mengembalikan gelas bekas ke dalam mesin daur ulangnya, kita akan mendapatkan uang 10 yen (lihat foto/gambar di bawah)! Lumayan bukan? :)


Referensi:
http://www.photomann.com/japan/machines/
http://www.jvma.or.jp/index.html
http://jihankitv.com/index.html

これは おもしろいと おもいますか? klik di sini untuk berlangganan gratis via e-mail. isi formulir, kemudian aktifkan registrasi via link konfirmasi yang terkirim ke inbox e-mail anda.

27 Juli 2008

Tanabata-sama

Sudah pernah membaca entri ini kan? Nah, mungkin ada sebagian dari Anda yang belum pernah mendengar lagu anak-anak Jepang tentang Tanabata ini. 一緒に歌ってみましょう!





たなばたさま
Tanabata-sama

ささの葉さらさら
Sasa no ha sara sara
のきばにゆれる
Nokiba ni yureru
お星さまきらきら
O-hoshi-sama kira kira
きんぎん砂子(すなご)
Kin-gin sunago

五しきのたんざく
Goshiki no tanzaku
わたしがかいた
Watashi ga kaita
お星さまきらきら
O-hoshi-sama kira kira
空からみてる
Sora kara miteru


これは おもしろいと おもいますか? klik di sini untuk berlangganan gratis via e-mail. isi formulir, kemudian aktifkan registrasi via link konfirmasi yang terkirim ke inbox e-mail anda.

Hanabi 花火

Musim panas telah tiba! Pertunjukkan kembang api pun mulai bermunculan di seantero Jepang. Di Jepang, pertunjukkan kembang api (花火大会) memang identik dengan musim panas. Sekitar bulan Juli - September, berbagai kota di Jepang silih berganti menyelenggarakan pertunjukan kembang api yang spektakuler.


Salah satu pertunjukan kembang api yang paling terkenal adalah "Sumidagawa Hanabi Taikai" (隅田川花火大会) di Tokyo. Menurut sejarah, pertunjukan tersebut merupakan yang paling tua di Jepang (dari tahun 1732) dan tak tanggung-tanggung, sekitar 20 ribu jenis petasan diluncurkan dalam pertunjukkan tersebut serta konon ditonton oleh kurang lebih satu juta penonton setiap tahunnya.

Pertunjukan kembang api ini menghabiskan dana serta waktu (tentunya tenaga) yang tidak sedikit. Untuk pembuatannya saja memakan waktu sekitar enam bulan dan dibuat oleh para seniman kembang api profesional (花火師, dalam bahasa Inggris disebut pyrotechnist). Biaya yang dihabiskan boleh dibilang fantastis. Sebagai gambaran, untuk peluncuran satu kembang api jenis 3-gou (diameter 8,5 cm; berat 0,2 kg) memerlukan biaya sekitar 3.400 yen. Untuk peluncuran satu kembang api jenis 20-gou (diameter 58,5 cm; 70 kg), biayanya mencapai 550.000 yen! Berkat persiapan yang tidak asal-asalan, bentuk-bentuk (dan warna) kembang api yang dihasilkan pun memang sangat indah!

Tak heran, orang Jepang begitu antusias untuk menonton pertunjukan kembang api ini. Para wanita biasanya mengenakan yukata lengkap dengan aksesorisnya sedangkan laki-laki mengenakan jinbei. Walaupun pertunjukan dimulai malam hari, mereka berbondong-bondong mendatangi tempat pertunjukan semenjak siang, berharap mendapat tempat strategis untuk menonton peluncuran kembang api tersebut. Tak sedikit orang yang terkagum-kagum sampai-sampai menangis terharu melihat keindahan pertunjukan kembang api tersebut.

Salah satu klip YouTube tentang pertunjukan kembang api di sungai Sumida Tokyo tahun 2007 lalu dapat dilihat di sini.


Referensi:
http://japan-fireworks.com/eindex.html
http://ja.wikipedia.org/wiki/%E8%8A%B1%E7%81%AB#.E8.8A.B1.E7.81.AB.E3.81.AE.E7.A8.AE.E9.A1.9E
http://en.wikipedia.org/wiki/Sumidagawa_Fireworks_Festival

これは おもしろいと おもいますか? klik di sini untuk berlangganan gratis via e-mail. isi formulir, kemudian aktifkan registrasi via link konfirmasi yang terkirim ke inbox e-mail anda.

07 Juli 2008

Pendaftaran Nihongo Nouryoku Shiken Tahun 2008

Apa itu Nihongo Nouryokushiken?

日本語能力試験 nihongo nouryoku shiken atau dalam Bahasa Inggris disebut Japanese Language Proficiency Test (disingkat JLPT) adalah Ujian Kemampuan Bahasa Jepang yang berstandar international untuk semua orang berbahasa asing / yang bahasa aslinya bukan bahasa Jepang (native language /母語 bahasa ibu non jepang). Kata nihongo nouryokushiken berasal dari kata, 日本語 nihongo : bahasa jepang, 能力 nouryoku : kemampuan, dan 試験 shiken : ujian / tes.


Nouryokushiken / JLPT diselenggarakan tiap tahun, serentak di seluruh dunia, pada hari minggu pertama bulan desember. Penyelenggara JLPT untuk wilayah Jepang adalah Japan Educational Exchanges and Service / JEES (http://www.jees.or.jp/jlpt/en/jlpt_guide.html), sedangkan untuk wilayah luar Jepang diselenggarakan oleh 国際交流基金 Kokusai Kouryuukikin / Japan Foundation / JF(http://momo.jpf.go.jp/jlpt/home.html).Tahun 2008 ini, JLPT akan diadakan pada hari Minggu, tanggal 7 Desember 2008. Walaupun begitu, pendaftarannya selalu dilakukan pada pertengahan tahun.Untuk wilayah Indonesia, pendaftaran akan dibuka sekitar 19 Agustus 2008 dan ditutup 19 September 2008.

Nouryokushiken di Indonesia akan dilaksanakan di 7 (tujuh) kota, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan dan Padang.Formulir pendaftaran dapat diambil melalui panitia ujian lokal untuk masing-masing daerah, yaitu :

1. Jakarta, Persada (Tel. 021-8647373)
2. Bandung, Univ. Padjadjaran (Tel. 022-7796388)
3. Yogyakarta, Univ. Gadjah Mada (Tel. 0274-7477304)
4. Surabaya, Univ. Negeri Surabaya (Tel. 031-7532809)
5. Denpasar, Univ. Udayana (Tel. 0819-16139889)
6. Medan, Univ. Sumatera Utara (Tel. 061-8223531)
7. Padang, Univ. Bung Hatta (Tel. 0751-444660)

Untuk ujian di Jakarta, pendaftaran ujian akan dilaksanakan di 2 tempat, yaitu :

1. Kampus Univ. Darma Persada, Jl. Radin Inten II (Terusan Casablanca), Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
2. Kantor The Japan Foundation, Jakarta, Summitmas I Lt. 3, Jl. Jend. Sudirman Kav. 61-62, Jakarta Selatan.

Biaya yang harus dibayarkan adalah:
Level 1 dan 2 = Rp 80,000.-
Level 3 dan 4 = Rp 60,000.-
Biaya ini belum termasuk biaya formulir sebesar Rp 10,000.-


Apa saja yang diujikan di JLPT?

Materi untuk Nouryokushiken dibagi menjadi tiga bagian, yaitu

1. Moji - Goi (menulis dan kosakata),
2. Choukai (pendengaran), dan
3. Dokkai-Bunpou (Bacaan dan Pola Kalimat).

Semua soal ditulis menggunakan hiragana, katakana dan kanji yang disesuaikan dengan level masing-masing.Untuk level kemampuan bahasa jepang di Nouryokushiken dibagi menjadi 4 tingkat, yaitu:

- Level 1 : Menguasai sekitar 2.000 kanji dan hafal, serta mengerti penggunaan 10.000 kata dalam bahasa jepang, dapat memahami percakapan yang kompleks, membuat tulisan dan membaca berita dengan fasih dalam kehidupan sehari-hari. Diperuntukan bagi mereka yang telah mempelajari bahasa Jepang selama kurang lebih 900 jam efektif (tidak harus pendidikan formal ataupun kursus). Level 1 / 1 kyuu merupakan level paling tinggi di nouryokushiken.

- Level 2 : Menguasai sekitar 1.000 kanji dan 6.000 kata-kata, dapat memahami percakapan, membuat cerita, membaca berita dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Level ini biasa dicapai oleh mereka yang telah mempelajari bahasa Jepang selama 600 jam. 2 kyuu merupakan standar minimal bagi mereka yang ingin belajar di universitas di jepang.

- Level 3 : Menguasai sekitar 300 kanji dan 1.500 kata, bisa memahami percakapan (kaiwa) standar dalam kehidupan sehari-hari, memahami kosakata dan pola kalimat standar. 3 kyuu biasa dicapai oleh mereka yang telah mempelajari bahasa Jepang selama 300 jam.

- Level 4 : Menguasai sekitar 100 kanji dan 800 kata dalam bahasa jepang, bisa memahami percakapan (kaiwa) standar dalam kehidupan sehari-hari, memahami kosakata standar. 4 kyuu / level 4 merupakan level dasar dan diperuntukan bagi mereka yang telah mempelajari bahasa Jepang selama 150 jam.


Panduan Ujian Tahun 2008 di Jepang
(khusus wilayah Jepang)

Berikut adalah panduan pelaksanaan nouryokushiken, khusus bagi Anda yang sekarang sedang berada di Jepang.

1. Tujuan
Test Kemampuan Bahasa Jepang, The Japanese-Language Proficiency Test akan diadakan di Jepang dan Luar Jepang, untuk mengevalusi dan mensertifikasi kemampuan bahasa Jepang bagi penutur asing non Jepang.

2. Organisasi Penyelenggara
JLPT diadakan oleh The Japan Educational Exchanges and Services (JEES) untuk wilayah Jepang. Sedangkan diluar negeri, termasuk Indonesia, akan diselenggarakan oleh The Japan Foundation (atau Interchange Association in Taiwan) bekerjasama dengan institusi / panitia ujian lokal.

3. Tanggal Pelaksanaan
Minggu, 7 Desember 2008

4. Tempat Tes (dalam rencana)
Hokkaido , Miyagi , Ibaraki , Tochigi , Gunma , Saitama , Chiba , Tokyo, Kanagawa , Niigata , Toyama , Nagano , Shizuoka , Aichi , Mie , Gifu , Kyoto , Osaka , Hyogo , Okayama , Hiroshima , Kagawa , Fukuoka , Oita, Okinawa

5. Metode Pendaftaran
(1) Formulir Pendaftaran: Aplikasi formulir dapat mulai dibeli tanggal 15 Juli 2008 di toko-toko buku terkemuka di Jepang dengan harga 500 yen per copy. Bisa juga dipesan melalui toko online di internet seperti amazon, bonjinsha dan sebagainya.
(2) Biaya Tes: 5.500 yen
(3) Waktu Pendaftaran: Jumat, 1 Agustus sampai Jumat, 12 September 2008.(Aplikasi yang dikirim melebihi cap pos 12 September 2008 tidak akan diterima oleh panitia).
(4) Pengiriman Test Voucher dari JEES kepada calon peserta(sebagai kartu peserta): dijadwalkan mulai Jumat, 14 November 2008

6. Standar Penilaian
Standar kelulusan adalah berkisar 70% atau lebih untuk level 1, dan 60% atau lebih untuk level 2, 3, dan 4.

7. Pengumuman Hasil Tes
(1) Semua peserta ujian akan menerima pengumuman hasil tes berdasarkan level masing-masing.
(2) Peserta yang dinyatakan lulus, juga akan menerima sertifikat kemampuan bahasa jepang.
(3) Sertifikat dan hasil tes akan dikirimkan sekitar pertengahan Februari 2009.


Beberapa Perubahan Sistem Pengujian dan Standar

Nihongo Kyouiku Gakkai telah mengumumkan nihongo nouryoku shiken kaitei chuukan houkoku yang salah satu isinya adalah beberapa perubahan sebagai berikut:

1. Untuk Tahun 2008
Belum ada perubahan dan dilaksanakan sama seperti tahun-tahun sebelumnya.Level 1, 2, 3, 4 di seluruh dunia pada tempat yang sama dan waktu yang sama seperti tahun lalu.

2. Untuk Tahun 2009
Bulan Juli 2009: akan dilaksanakan ujian untuk level 1 dan 2 khusus untuk wilayah Jepang, Taiwan dan Korea.Bulan Desember 2009: akan dilaksanakan ujian untuk semua level, 1, 2, 3, 4, di seluruh dunia.

3. Untuk Tahun 2010 dan Seterusnya
Akan diterapkan sistem standar baru dari standar 4 level menjadi 5 level.
Bulan Juli 2010: akan dilaksanakan ujian untuk N1 dan N2 di seluruh dunia
Bulan Desember 2010: akan dilaksanakan ujian untuk N1, N2, N3, N4 dan N5 di seluruh dunia

Tentang perubahan level di tahun 2010 tersebut, level baru akan disebut dengan nama sebagai berikut:
N1 = setara ikkyuu atau level 1 ujian lama
N2 = setara nikyuu atau level 2 ujian lama
N3 = level antar nikyuu dan sankyuu, merupakan level peralihan dari level 3 ke level 2 ujian lama
N4 = setara sankyuu atau level 3 ujian lama
N5 = setara yonkyuu atau level 4 ujian lama

N merupakan kependekan dari NIHONGO (Bahasa Jepang).

Pada sistem baru tersebut, ujian akan dibagi menjadi ujian bacaan / yomu shiken (moji-goi, bunpou, dokkai) dan ujian pendengaran / kiku shiken (dulu disebut choukai).Beberapa perubahan kecil dalam hal materi juga akan terjadi, namun tidak jauh berbeda dengan model ujian lama.Yuk, mulai persiapkan diri untuk ikut Ujian akhir tahun ini, pendaftaran sudah akan dimulai pertengahan bulan depan lhoh...

これは おもしろいと おもいますか? klik di sini untuk berlangganan gratis via e-mail. isi formulir, kemudian aktifkan registrasi via link konfirmasi yang terkirim ke inbox e-mail anda.

06 Juli 2008

Apa itu Tanabata?

Di Jepang, setiap tanggal 7 bulan 7 (7 Juli) diadakan Festival Tanabata (七夕) Festival Tanabata berasal dari daratan Cina. Tanabata diperkenalkan ke Jepang pada periode Nara (710-784). Saat periode Heian (794-1192) acara ini menjadi sebuah perayaan bagi anak-anak dan remaja putri yang mengharapkan bertambahnya kepandaian mereka dalam menjahit, merajut, kaligrafi, origami, dan kerajinan tangan lainnya.


Sejatinya ada banyak versi tentang Tanabata. Ada yang mengatakan bahwa Tanabata adalah kisah cinta penggembala bernama Altair/Aquila/Hikoboshi dan penenun Vega/Shokujo/Orihime di negeri bintang. Orihime memang mahir menenun dan dikenal sebagai penenun kain dewa penguasa langit. Pekerjaan itu sangat menyibukkan Orihime sehingga tak punya waktu untuk dirinya sendiri, bahkan untuk menenun kain bagi dirinya.

Demikianlah, ayahnya yang khawatir kesendirian Orihime memperkenalkannya dengan Hikoboshi, penggembala sapi yang tinggal di seberang Sungai Milky Way (gugusan Bima Sakti). Keduanya makin dekat. Dewa penguasa kerajaan langit sepakat dan akhirnya menikahkan sejoli itu.

Tetapi, cinta sering membuat orang mabuk kepayang. Ini terjadi pada pasangan tersebut. Orihime lalai menunaikan tugas yang membuat dewa penguasa langit murka. Dewa pun melarangnya untuk bertemu dengan suaminya. Keduanya terpisahkan oleh sebuah sungai. Orihime menangis dan memohon ampun. Setelah beberapa hari berhasil meluluhkan hati sang dewa. Akhirnya dewa mengizinkan pasangan ini untuk dapat saling bertemu setiap tanggal 7 di bulan 7. Peristiwa pertemuan inilah yang kemudian disebut Tanabata.

Versi hikayat lain menyebutkan bahwa keduanya sebenarnya manusia biasa yang menikah di usia 12 dan 15 tahun. Hikoboshi meninggal di usia 95 tahun dan Orihime 103 tahun. Setelah meninggal arwah keduanya terbang ke langit, ke Milky Way, tempat pemandian raja penguasa langit. Tetapi arwah mereka tidak diperbolehkan mengotori Milky Way kecuali pada hari ketujuh di bulan ke tujuh, ketika raja penguasa langit tengah pergi untuk mendengarkan lantunan doa-doa sang Buddha.

Toh, dongeng atau legenda di balik Festival Tanabata selalu dikenang dan dirayakan segenap warga Jepang. Di dalam Manyoshu atau kumpulan puisi-puisi kuno Jepang yang diterbitkan sekitar 760, terdapat bait: sore saat jumpa/Tanabata tiada akhir/esok mengawali tahun berikut.Biasanya, saat perayaan Tanabata, tempat-tempat umum di Jepang akan tampak ramai berhiaskan pohon sasaki yang kudus melambangkan kemurnian (hati). Selain itu, ada berbagai dekorasi bergelantungan di langit-langit rumah, masing-masing dengan berbagai arti dan tujuan yang turut meramaikan perayaan pertemuan itu. Beberapa hiasan itu antara lain washi (kertas aneka warna berbentuk ulir melambangkan benang yang akan digunakan oleh Orihime), senbatsuru atau krans bangau (krans yang terbuat dari origami berbentuk lipatan bangau yang merupakan lambang pengharapan keselamatan dan kesehatan untuk seluruh keluarga). Krans juga melambangkan kehidupan 1.000 tahun.

Lalu ada juga tanzaku, berupa potongan kecil kertas persegi bertulisan berbagai harapan sang penulis untuk kemajuannya di bidang pengetahuan dan bertambahnya kemahiran mereka melukis kaligrafi huruf Jepang. Kamigoromo, yakni kimono kertas yang melambangkan wujud manusia agar dijauhkan dari penyakit dan malapetaka. Kuzukago atau kantong tempat sampah, yang melambagkan kebersihan dan juga dibutuhkan masyarakat yang beradab, dantoami, semacam jaring ikan yang terbuat dari potongan kertas melambangkan panen. Merupakan metafora harapan dari para nelayan dan petani agar usaha mereka berhasil.

Selain itu juga dekorasi cabang-cabang bambu. Di akhir hari Tanabata, cabang-cabang bambu itu dilempar ke sebuah sungai yang bermakna membuang kesialan. Di seantero Jepang, Festival Tanabata berkembang menjadi atraksi yang sangat diminati turis. Salah satunya, di kota Sendai, sangat terkenal dalam hal dekorasi unik Tanabata.

dikutip dari korantempo gambar dari kuanhoong

これは おもしろいと おもいますか? klik di sini untuk berlangganan gratis via e-mail. isi formulir, kemudian aktifkan registrasi via link konfirmasi yang terkirim ke inbox e-mail anda.