30 Juni 2008

Hubungan bunga Sakura di Jepang dan di Jakarta

HANAMI

Sakura adalah bunga yang amat dicintai dan disambut kedatangannya oleh bangsa jepang. Karena itu mereka menjadikannya sebagai bunga nasional. Mekarnya bunga sakura menandakan datangnya musim semi. Selama 2 minggu dalam bulan april, masyarakat jepang menyambut datangnya musim yang baru dengan mengadakan hanami (melihat bunga). Mereka berkumpul bersama keluarga atau sesama instansi kantor untuk mengadakan piknik di bawah rindangnya bunga sakura yang sedang mekar. Ada pula jenis sakura yang dapat mekar 2 kali dalam setahun, yaitu pada musim semi dan musim gugur tetapi jenis ini masih jarang ditemukan.



Bunga Sakura Mandul
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Bunga Sakura di Kebun Raya Cibodas ternyata tak sanggup melakukan perkembangbiakan generatif secara alami alias mandul. Anggun Ratna Gumilang, koordinator peneliti di sana, mengatakan kemungkinan karena di kebun itu tak ada serangga yang campur tangan dalam proses penyerbukan tersebut.

Oleh sebab itu, biasanya perbanyakan sakura di tempat pembibitan di Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, dilakukan dengan cangkok.

Kecambah hasil pencangkokan dikecambahkan di media tanam yang terdiri dari pasir sungai saja. "Tidak perlu pupuk, disiram rutin secara biasa saja," kata Anggun di Cibodas pada senin pekan lalu.

Setelah berdaun dua atau tiga helai, "bayi" pohon sakura itu lantas dipindahkan ke media tanam yang terdiri dari humus dan sekam padi. Di tempat ini, pohon sakura dipelihara sampai tingginya mencapai setengah meter sampai 1 meter.

Pohon sakura remaja ini kemudian dipindahkan ke media tanam yang lebih keras seperti tanah berhumus dan dicampur pupuk kompos. Dua kali setahun daun pohon ini akan gugur lalu berbunga.

Masa kuncup bunga sampai mekar berlangsung selama sebulan. Setelah itu bunga akan mekar selama sepekan saja, sebelum rontok.

Anggun mengatakan temperatur di Kebun Raya Cibodas memang mendukung tumbuhnya sakura. Suhunya pada malam hari antara 10 derajat sampai 18 derajat celcius. Sedangkan pada siang hari antara 20 derajat sampai 22 derajat celcius.

Tapi suhu yang tak sedingin akhir musim gugur di negeri empat musim itu membuat sakura di Indonesia tak sanggup berbuah. "Setelah bunganya mekar lalu mati begitu saja," kata Anggun.


dapat info dari forum APTX :D
これは おもしろいと おもいますか? klik di sini untuk berlangganan gratis via e-mail. isi formulir, kemudian aktifkan registrasi via link konfirmasi yang terkirim ke inbox e-mail anda.

10 Juni 2008

bentuk - te shimaimasu

minasan, misalnya ada dua kalimat seperti ini:

昨日 9時に 寝ました。
kinou kuji ni nemashita
昨日 9時に 寝てしまいました。
kinou kuji ni nete shimaimashita

secara umum dua kalimat tersebut berarti: "kemarin tidur jam 9". dengan subyek adalah pembicara / saya. jadi si pembicara kemarin tidur jam 9.

yang agak berbeda adalah, dalam kalimat pertama si pembicara hanya menginformasikan bahwa "kemarin saya tidur jam 9" itu saja. di kalimat kedua, si pembicara menggunakan pola kalimat -te shimaimasu, sehingga timbul kesan dan anggapan dari orang lain bahwa "kemarin saya (tidak sengajar ter)tidur jam 9"


Pola Kalimat -te shimaimasu て しまいます

Kata Kerja bentuk TE + shimaimasu て しまいます
Kata Kerja bentuk TE + shimaimashita て しまいました

Arti 1 : Menyatakan suatu kebingungan, penyesalan pembicara dalam situasi yang sulit. Tidak sengaja ter/me-kata kerja.

本を なくして しまいました。
hon o nakushite shimaimashita.
saya kehilangan buku. / saya telah menghilangkan buku.

perasaan menyesal si pembicara lebih menonjol daripada diungkapkan hanya dengan: hon o nakushimashita.

なく > なくして > なくして しまいました
nakusu > nakushite > nakushite shimaimashita
bentuk kamus > bentuk te > bentuk te + shimaimashita

自転車が こわれて しまいました。
jitensha ga kowarete shimaimashita.
sepeda saya rusak.


Arti 2 : dipakai untuk menunjukkan kegiatan yang telah selesai dilakukan, telah habis, untuk lebih menekannya bentuk mashita, sehingga arti "telah selesai" yang ditunjukkan te shimaimashita lebih kuat dari pada mashita saja.

仕事が おわりました > 仕事が おわって しまいました。
shigoto ga owarimashita > shigoto ga owatte shimaimashita.

pekerjaan telah selesai.

kemudian untuk menyatakan suatu perbuatan yang akan selesai di waktu yang akan datang, dipakailah bentuk te shimaimasu.

昼ごはんまでに レポートを 書いて しまいます。
hirugohan madeni repooto o kaite shimaimasu.
saya akan menulis laporan sampai saat makan siang.

sebagai tambahan, dalam percakapan atau dalam bentuk biasa, kedua pola di atas dapat di uabh menjadi bentuk plain / futsuu menjadi:

て しまいます > ちゃう
te shimaimasu > chau

て しまいました > ちゃった
te shimaimashita > chatta


tabete shimaimasu > tabechau
nete shimaimashita > nechatta
kowarete shimaimashita > kowarechatta

dst.

materi kelas chuukyuu minggu kemarin, maaf terputus di tengah jalan ^^ internet down..

rujukan: minna no nihongo 2


これは おもしろいと おもいますか? klik di sini untuk berlangganan gratis via e-mail. isi formulir, kemudian aktifkan registrasi via link konfirmasi yang terkirim ke inbox e-mail anda.

04 Juni 2008

memberi dan menerima

kali ini kita akan membahas secara singkat pola kalimat bahasa jepang menggunakan agemasu, moraimasu, dan kuremasu.

あげます agemasu berarti memberi
もらいます moraimasu berarti menerima
くれます kuremasu berarti memberi (kepada saya -yang diberi adalah saya-)

pola dasarnya adalah sebagai berikut

A + は + B + に + (obyek + を) + あげます / もらいます / くれます

わたしは こいびとに はなを あげます
watashi wa koibito ni hana o agemasu
saya memberi bunga kepada pacar saya :)

ドニさんは トミせんせいに ほんを もらいました
doni-san wa tomi-sensei ni hon o moraimashita
doni menerima buku dari tomi sensei

contoh kalimat di atas menggunakan bentuk lampau (masu menjadi mashita) namun dalam penggunaannya bisa diubah2 sesuai situasi.
partikel ni di kalimat tersebut berarti "dari", dan partikel NI tersebut dapat digantikan dengan partikel KARA, yang artinya sama "dari".

ドニさんは トミせんせいから ほんを もらいました
doni-san wa tomi-sensei kara hon o moraimashita

ははは わたしに おもちゃを くれました
haha wa watashi ni omocha o kuremashita
ibu memberikan mainan kepada saya
umumnya karena kata kuremasu selalu mempunyai arah "kepada saya" maka kata WATASHI NI bisa dihilangkan tanpa mengubah arti menjadi:

ははは おもちゃを くれました
haha wa omocha o kuremashita
ibu memberikan mainan kepada saya

sebagai tambahan ketika menginjak level menengah, kata kuremasu dapat dipakai juga untuk orang-orang bergolongan UCHI (baca artikel disini)


kata agemasu, moraimasu dan kuremasu dapat pula di gabungkan dengan kata kerja lainnya dengan pola:

Kata Kerja bentuk TE + あげます / もらいます / くれます

agemasu moraimasu dan kuremasu disitu tidak hanya berarti memberi / menerima, namun sekaligus menunjukkan arah "siapa - yang melakukan sesuatu hal - untuk siapa".

kadang kalimatnya mengandung rasa suka, rasa terima kasih karena orang lain telah melakukan sesuatu untuk kita.

わたしは きむらさんに ほんを かしてあげました。
watashi wa kimura san ni hon o kashite agemashita.
saya meminjamkan buku kepada sdr. Kimura.

ともだちは あのおしらせを おしえてくれました。
tomodachi wa ano oshirase o oshiete kuremashita
teman saya memberitahukan kepada saya pengumuman itu.

ありなさんは かれしに にんぎょうを かってもらいました。
arina-san wa kareshi ni ningyou wo katte moraimashita.
arina dibelikan boneka oleh cowoknya.

kaimasu / kaimashita (lampau) berarti membeli, jika ubah ke bentuk te moraimasu (ada unsur menerima) artinya menjadi: "membeli+menerima" = dibelikan.