29 April 2008

HANSUKE JAPAN Calligraphy



pernah lihat logo / image seperti di atas di friendster, my space atau di tempat lain? embed image seperti di atas bisa kita dapatkan di blog HANSUKE di http://hansukejapan.blogspot.com/



blog ini berisi kaligrafi hasil karya Hansuke yang isinya macam-macam, mulai dari huruf kanji yang punya arti2 keren, ucapan2, sampai model2 omamori/jimat dll.

contohnya di bawah ini. image ini bertuliskan kalimat: ZUTTO TOMODACHI DE IYOU NE. yang artinya kira2: "terus jadi temenku yah". cocok banget buat testi di FS ^^



ada lagi yang misalnya bertuliskan: NIPPON DAISUKI. i'm very love japan.



kalau yang di bawah ini adalah ucapan selamat ulang tahun: OTANJOUBI OMEDETOU



maa, buat apa aja terserah de ^^ just wanna share.... have a nice day guys

Golden Week (Jepang)

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Golden Week (ゴールデンウィーク Gōruden Uīku?) atau Minggu Emas adalah periode di akhir bulan April hingga minggu pertama bulan Mei di Jepang yang memiliki serangkaian hari libur resmi. Periode Golden Week bergantung pada tahunnya, tapi dimulai sekitar 29 April dan berakhir sekitar 5 Mei. Liburan bisa menjadi agak panjang bila ditambah dengan hari terjepit dan akhir pekan.



Golden Week disingkat sebagai GW, dan sering disebut Ōgata renkyū (大型連休? liburan berturutan skala besar) atau Ōgon shūkan (黄金週間? minggu emas). Sejak tahun 2007, sepanjang periode Minggu Emas terdapat 4 hari libur:

Selain itu, perusahaan dan industri sering meliburkan diri pada tanggal 1 Mei untuk memperingati Hari Buruh (Rōdōsai), walaupun bukan merupakan hari libur resmi di Jepang.

Liburan Golden Week tahun 2008 menjadi lebih panjang sehari sesuai dengan kebijakan tahun 2005 yang memindahkan hari libur yang jatuh di hari Minggu ke hari Senin. Di tahun 2008, Hari Hijau jatuh pada hari Minggu 4 Mei, sehingga dipindahkan ke hari Selasa 6 Mei agar tidak jatuh di hari Senin tanggal 5 Mei yang merupakan Hari Anak-anak.


Musim wisata


Golden week merupakan salah satu masa tersibuk bagi jasa transportasi dan pariwisata, bersama-sama dengan liburan musim panas, liburan Obon, dan Tahun Baru. Masa liburan digunakan untuk pulang ke daerah asal atau berwisata ke dalam dan luar negeri. Harga tiket pesawat terbang, paket wisata, dan tarif hotel menjadi lebih tinggi dari biasa. Kereta api dan shinkansen dipenuhi dengan penumpang hingga sebagian harus berdiri, dan jalan bebas hambatan menjadi macet.

Cuaca yang sejuk di sekitar Golden Week dimanfaatkan untuk penyelenggaraan matsuri di berbagai daerah di Jepang:

Sejarah


Istilah "Golden Week" merupakan salah satu contoh pseudo-anglisisme (Wasei-Eigo) yang ditulis dan dibaca seperti bahasa Inggris tapi merupakan istilah bahasa Jepang. Setelah pemerintah Jepang menetapkan undang-undang hari libur di tahun 1948, gedung-gedung bioskop kebanjiran penonton yang menghabiskan hari libur di akhir bulan April dan minggu pertama bulan Mei dengan menonton film. Pada waktu itu siaran televisi belum ada dan rakyat senang menghabiskan liburan dengan pergi menonton bioskop, berbelanja di toko serba ada, atau bepergian ke tempat wisata yang dekat-dekat.

Matsuyama Hideo dari perusahaan film Daiei Motion Picture menyebut minggu liburan ini sebagai "minggu paling luar biasa" bagi industri film di Jepang dan menamakannya "Golden Week". Istilah ini secara luas dipakai di kalangan pemilik gedung bioskop sebelum akhirnya dikenal masyarakat luas. Penjelasan lain mengatakan istilah "Golden Week" dipinjam dari kalangan stasiun radio di Jepang yang menyebut jam siar dengan pendengar terbanyak dengan istilah "Golden Time".

NHK dan beberapa surat kabar tidak menggunakan istilah "Golden Week", melainkan "Ōgata renkyū" (liburan berturutan skala besar). Alasannya bisa bermacam-macam, mulai dari "Golden Week" merupakan istilah dunia film, pemirsa atau pembaca surat kabar tidak semuanya bisa berlibur panjang, hingga penulisan yang memerlukan banyak aksara katakana.


sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Golden_Week_%28Jepang%29

26 April 2008

Informasi Beasiswa Monbukagakusho

Beasiswa Pemerintah Jepang (MONBUKAGAKUSHO)
Program Research Student 2009



  1. Kedutaan Besar Jepang membuka penawaran beasiswa kepada mahasiswa/mahasiswi Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di universitas di Jepang sebagai research student pada tahun 2009 dalam Program Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho).


  2. Peminat pada waktu menjalani research student diperbolehkan melamar ke program degree (master/doctor/professional graduate course) atau meneruskan program doctor degree setelah menyelesaikan program master degree atau professional graduate course, apabila lulus seleksi tes ujian yang diberikan oleh universitas yang bersangkutan


  3. Persyaratan untuk melamar, sbb

    (1) Pelamar lahir pada dan setelah tanggal 2 April 1974
    (2) IPK minimum 3,0 atau nilai EJU (Examination for Japanese University Admission for International Students) minimum 260 dalam jumlah 2 mata ujian tidak termasuk Bahasa Jepang
    (3) Nilai TOEFL minimum 550 atau ekuivalen atau lulus Tes Kemampuan Bahasa Jepang Tingkat 2

  4. Formulir pendaftaran dapat diambil secara gratis di Kedutaan Besar Jepang (Bagian Pendidikan, pukul 08:30-12:00, 14:00-15:30), Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Medan, dan Makassar. Formulir pendaftaran juga dapat diperoleh pada website Kedutaan Besar Jepang (http://www.id.emb-japan.go.jp). Dokumen lamaran harus dikembalikan kepada Kedutaan Besar Jepang sebelum tanggal 23 Mei 2008, dapat diserahkan secara langsung atau dikirim melalui pos.


  5. Keterangan lebih lanjut mengenai program beasiswa ini dapat diperoleh di Kedutaan Besar Jepang (Bagian Pendidikan: Tel: 021-3192.4308 psw: 175, 176).




Pendaftaran untuk keberangkatan tahun 2009 telah dibuka dan akan ditutup pada 23 Mei 2008.

Mereka yang lulus seleksi dokumen akan kami hubungi satu minggu sebelum ujian. Ujian tertulis akan dilaksanakan pada awal Juli 2008, kemudian ujian wawancara dilaksanakan pada bulan Juli 2008 (jadwal setiap peserta akan diberitahukan kemudian).



Download: forms Requirement (English) (Japanese)


Program ini ditujukan untuk mereka yang berminat dalam program research student di perguruan tinggi di Jepang.

Peminat pada waktu menjalani research student diperbolehkan melamar ke program degree (S-2 / S-3 / professional graduate course) atau meneruskan program S-3 setelah menyelesaikan program S-2 / professional graduate course, apabila lulus seleksi tes ujian yang diberikan oleh universitas yang bersangkutan.

Peminat juga dapat langsung masuk ke program degree tanpa mengikuti research student apabila telah mendapatkan izin dari universitas yang bersangkutan. Beasiswa diberikan tanpa ikatan dinas, mencakup biaya kuliah dan biaya hidup.


PERSYARATAN
  1. Lahir pada dan setelah tanggal 2 April 1974.

  2. IPK minimal 3.0 baik S-1 maupun S-2 (atau nilai EJU minimal 260 dalam jumlah 2 mata ujian tidak termasuk Bahasa Jepang

  3. Nilai TOEFL-PBT minimal 550 atau TOEFL-CBT minimal 213 atau TOEFL-IBT minimal 79 atau ekuivalen, atau nilai Japanese Language Proficiency Test minimal level 2.

  4. Memilih bidang studi yang sama dengan disiplin ilmu sebelumnya

  5. Bersedia belajar Bahasa Jepang.

  6. Sehat jasmani dan rohani.

  7. Pelamar harus membaca dan memahami lampiran keterangan secara teliti.
    Download Requirement (English) (Japanese)


CARA PELAMARAN
  1. Formulir dapat diambil di Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang, Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Medan dan Makasar atau bisa download dari halaman ini.

  2. Formulir beserta dokumen yang diminta harus dibawa/ dikirim langsung ke Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta (bukan ke Konsulat Jenderal Jepang).

  3. Pendaftaran dibuka pada tanggal 25 April 2008 sampai dengan tanggal 23 Mei 2008.

  4. Siapkan dokumen sesuai dengan lampiran no. 7.

  5. Download:
    Form-form yang dapat di-download dari sini adalah :
    - Application Form
    - Field of Study and Study Program
    - Recommendation Form
    - Certificate of Health

    download forms


TAHAP PENYELEKSIAN
  1. Kedutaan Besar Jepang melakukan seleksi dokumen, dan akan memberitahukan kepada mereka yang lolos 1 (satu) minggu sebelum ujian tertulis. (Kurang lebih 100 pelamar dipilih melalui seleksi dokumen ini.)

  2. Ujian tertulis Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris akan dilaksanakan di Jakarta, Surabaya, Medan atau Makasar pada awal JUni 2008. (Bahasa Inggris sebagai ujian pilihan. Nilai yang lebih tinggi akan dipakai untuk pertimbangan seleksi.)

  3. Wawancara akan diadakan di Jakarta bagi seluruh peserta ujian tertulis dari pada bulan Juli 2008 sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh Kedubes Jepang (biaya transportasi dan akomodasi tidak disediakan Kedubes Jepang).

  4. Bagi yang lolos seleksi di Kedubes Jepang, akan diberikan surat keterangan sbb: 1 (satu) berkas formulir beserta dokumen yang telah diberi stamp Kedubes Jepang, surat keterangan untuk perguruan tinggi di Jepang, dan lembar “Letter of Acceptance”. Pelamar boleh memilih maksimal 3 (tiga) perguruan tinggi untuk mendapatkan izin penerimaan sebagai mahasiswa program degree atau research student, atau “Letter of Acceptance” (izin penerimaan tidak resmi) sebagai research student.

  5. Untuk mencari informasi perguruan tinggi di Jepang, silakan lihat website berikut:
    Directory Database of Research and Development atau
    Asian Students Cultural Association.

  6. Harap mengirimkan surat izin atau Letter of Acceptance dari perguruan tinggi Jepang secepat mungkin ke Kedubes Jepang.

  7. Kedubes Jepang akan merekomendasikan peserta ke MEXT.

  8. Peserta akan menjadi penerima beasiswa jika lolos seleksi di MEXT.


CATATAN

Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi :
Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
Jl. MH Thamrin no.24 Jakarta 11350
Telp. (021) 3192-4308 ext.175 atau 176


sumber: Kedutaan Besar Jepang di Indonesia
website: http://www.id.emb-japan.go.jp/news08_16.html

23 April 2008

some examples of simple sentences

berikut ini beberapa contoh kalimat sederhana untuk level pemula.

=====


Pergi.

いきます。

Saya pergi.

わたしは     いきます。

Saya pergi ke Oosaka.

わたしは  おおさかへ いきます。

Besok saya pergi ke Oosaka.

あした わたしは  おおさかへ いきます。

わたしは あした  おおさかへ いきます。

Besok saya pergi ke Oosaka naik kereta listrik.

あした わたしは   でんしゃで おおさかへ いきます。

Besok saya pergi ke Oosaka bersama teman naik kereta listrik.

あした わたしは    ともだちと でんしゃで おおさかへ いきます。

Besok pagi saya pergi ke Oosaka bersama teman naik kereta listrik.

あしたの あさ わたしは ともだちと でんしゃで おおさかへ いきます。

Besok jam 8 saya pergi ke Oosaka bersama teman naik kereta listrik.

あした 8じに わたしは ともだちと でんしゃで おおさかへ いきます。


Belajar.

べんきょうします。

(Telah) belajar.

べんきょうしました。

Saya belajar. (bentuk lampau)

わたしは  べんきょうしました。

Saya belajar bahasa Jepang.

わたしは     にほんごを べんきょうしました。

Kemarin saya belajar bahasa Jepang.

きのう わたしは     にほんごを べんきょうしました。

Kemarin saya belajar bahasa Jepang di sekolah.

きのう わたしは がっこうで     にほんごを べんきょうしました。

20 April 2008

Pameran Pendidikan Jepang 2008

Pameran ini dikuti langsung oleh Universitas, Professional Training College, Lembaga Pendidikan Bahasa Jepang di Jepang.Dan akan dihadiri juga oleh:
Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Konsulat Jendral Jepang di Surabaya dan PERSADA ( Persatuan Alumni dari Jepang ).

Hari / Tanggal : Sabtu, 30 Agustus 2008
Jam : 10:00 -16:00
Tempat : Grand Ball Room Sheraton Hotel Surabaya
Jl.Embong Malang 25-31 Surabaya 60261

Hari / Tanggal : Minggu , 31 Agustus 2008
Jam : 11:00 - 17:00
Tempat : Lower Lobby Jakarta Convention Center
Balai Sidang Jakarta Jl.Gatot Subroto Jakarta


( PAMERAN INI GRATIS , TERBUKA UNTUK UMUM )

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi :

Japan Student Services Organization
Japan Educational Information Center - Jakarta


Gedung Summitmas Tower 1, Lt. 2
Jl.Jend.Sudirman Kav. 61-62 , Jakarta 12190
Tel. 021- 252-1912 Fax . 021-252-1913

Email : info@jasso.or.id

2008 Examination For Japanese University Admission For International Student (EJU)

2008 EXAMINATION FOR JAPANESE UNIVERSITY ADMISSION FOR INTERNATIONAL STUDENTS ( EJU)

EJU menilai kemampuan Bahasa Jepang dan kemampuan akademis dasar mahasiswa asing yang ingin belajar di Lembaga Pendidikan Tinggi di Jepang dengan biaya sendiri. Hasil EJU merupakan salah satu kriteria penerimaan calon mahasiswa asing, sebelum kedatangan di berbagai Pendidikan Tinggi di Jepang.

Pendaftaran : 30 Juni - 25 Juli 2008

Pelaksanaan : 9 November 2008


Mata Ujian (Boleh memilih) :

Japanese as Foreign Language(JFL)
Science,Japan and The World, Mathematics

Persyaratan Pendaftaran :

Membayar & Mengisi formulir Pendaftaran Rp.45.000,-
Membawa 3 lembar foto ukuran 3 x 4


Informasi dan Pendaftaran :


- Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia ( PSJ - UI )
Kampus Universitas Indonesia ( UI ) Depok, Jakarta 16424
Telp : 021-786-3547 Fax : 021-786-3548

- International Multicultural Center ( IM'c Center)
Jl.Sumatera 92 C Surabaya 60281
Telp : 031-501-9051 Fax : 031-501-9062


Sumber: Japan Student Services Organization
Japan Educational Information Center - Jakarta

Osakaben - Oosaka Dialect

kaoru de---su
お久しぶり^^ pas tadi browsing2 forum... eh nemu artikel bagus di lautan indonesia...
source aslinya di: http://www.lautanindonesia.com/forum/index.php/topic,5249.10.html. buat owner artikelnya.. gomen ga ijin dulu yah XD ikut nulis BLOG ini yuk.

kaoru

Dialek Osaka

Ōsaka-ben masih termasuk dalam Keluarga Dialek Kansai. Orang-orang sering tertukar-tukar dalam menggunakan Kansai-ben dengan Ōsaka-ben.
Di dalam Dialek Osaka, aksen adalah penting. Hal ini terlihat misalnya pada: “ookini” dan “maido”. Kedua kata itu merupakan kata dalam Dialek Osaka (DO) yang artinya “terima kasih”. Tapi kata-kata itu bisa menjadi bukan DO bila pengucapannya menggunakan aksen pada Bahasa Jepang Standar (BJS). Dalam hal ini, aksen BJS identik dengan aksen Orang Tokyo. Dengan kata lain, jika suatu frase BJS diucapkan dengan aksen DO, berarti frase tersebut adalah DO. Untuk mengucapkan DO dengan benar, terlebih dahulu pembicara harus tahu apakah suku kata pertama dari suatu suku kata dimulai dengan nada tinggi atau rendah.



1. Tips
Kata yang bersuku kata 1
Kata-kata yang bersuku kata satu, huruf vokalnya dipanjangkan.
Contoh:
- Me (mata)-> mee
- Cha (teh)-> chaa

Bunyi “u”
Dalam BJS, bunyi “u” sering tidak diucapkan. Namun dalam DO, bunyi “u” diucapkan dengan jelas.
Contoh:
BJS: Takushii
DO: Takushii

2. Tata Bahasa
2.1. Kata Kerja (KK)

2.1.1. Bentuk Negatif
Dalam konjugasi KK dalam BJS, bentuk negatif dari iku (pergi) adalah ikanai.
Dalam DO-> ikahen/ikehen
Dalam Dialek Kyoto:
- Ikahen-> tidak pergi
- Ikehen-> tidak dapat pergi

Sedangkan dalam DO, tidak dapat pergi-> ikarehen

Contoh dari KK bentuk negatif dalam DO yang lain:
Miru (melihat)-> miihen
Neru (tidur)-> neehen
Kuru (datang)-> keehen/kiihin/koohen
Suru (melakukan)-> seehen/shiihin

Beberapa kata kerja ada yang mempunyai variasi, misal: iku-> ikan, miru-> min

2.1.2. Konjugasi dari Bunyi “u”
Kata kerja yang berakhiran “u” bila berkonjugasi dengan bentuk “~te” atau “~ta” pada:
KK bersuku kata 2, misal:
Kata: au (bertemu)
BJS: ~te-> atte | ~ta-> atta
DO: ~te-> oote | ~ta-> oota
Sedangkan pada KK bersuku kata 3, diucapkan dengan huruf hidup yang lebih pendek, misal:
Kata: Omou (berpikir)
BJS: ~te-> omotte | ~ta-> omotta
DO: ~te-> omote | ~ta-> omota

2.1.3. Bentuk Pengandaian
BJS punya tiga konjugasi dalam bentuk pengandaian yang penggunaannya bergantung pada situasi, yaitu: ~eba, ~tara, ~to. Sedangkan dalam DO, hanya menggunakan bentuk ~tara.
Contoh:
Kata: Miru (melihat)
BJS-> Mireba, mitara, miruto
DO-> Mitara

2.1.4. Bentuk Perintah
Bentuk perintah dalam DO pada dasarnya sama saja dengan BJS, kecuali KK bersuku kata dua, misalnya:
Kata: Neru (tidur)
BJS-> Nero!
DO-> Nee!
Sedangkan untuk memberikan sebuah saran, maka:
Kata: Taberu (makan), kaeru (pulang)
DO-> Tabe (sebagai ganti dari “tabero”), kaeri (sebagai ganti dari “kaere”)

2.2. Kata Sifat
2.2.1. Peraturan-peraturan Umum
Untuk menegatifkan kata sifat dalam DO, caranya adalah dengan mengganti akhiran “i” dengan “nai”. Contoh:
Kata: Takai (tinggi)
BJS-> Takakunai
DO-> Takanai
Untuk mengatakan sesuatu yang berubah menjadi “lebih”, peraturannya tetap sama, yaitu dengan menghilangkan akhirang “i” dan menambahkan “naru”. Contoh:
Kata: Takai
BJS-> Takaku naru
DO-> Takanaru

2.2.2. Konjugasi “~te”
Pada kalimat “Karena sangat panas maka…” dalam:
BJS-> Atsukute
DO-> Atsuute
Variasi:
Kata: Takai
DO-> Takoote
Kata: Kitanai
DO-> Kitanoote

2.2.3. Bentuk Pengandaian
Pada kata sifat bentuk pengandaian yang digunakan sama dengan 2.1.3., akhiran “~tara” paling banyak digunakan.

2.2.4. Kata Seru
Untuk menyatakan keterkejutan, cara pembentukannya adalah dengan menghilangkan akhiran “i” lalu memanjangkan huruf hidup terakhir setelah “i” dibuang. Contoh:
Kata: Omoroi
DO-> Omoroo

2.2.5. Penggunaan Unik dari Satu Adjectival-Verb
BJS mengategorikan kireina (cantik) sebagai adjectival-verb (nakeiyoushi), dan perubahan nadanya mirip dengan konjugasi kata kerja, misalnya: kireina—kireida. Namun dalam O, kata tersebut diperlakukan sama dengan kata sifat biasa dan perubahan nadanya juga diperlakukan sama seperti kata sifat umum, sehingga:
BJS-> Kirei datta—kirei dewa nai
DO-> kirekatta—kirekunai

2.3. Ekspresi Unik DO
2.3.1. ~nen
Orang-orang Osaka sering menambahkan “nen” di akhir kalimat untuk menekankan bahwa mereka “terbuka” dan “jujur” pada lawan bicara. Selain itu “nen” juga digunakan pada saat seseorang ingin mengatakan sesuatu yang tidak diketahui oleh orang lain, terutama mengenai alasan dibalik sesuatu. Sebagai contohnya:
“Dakara soko e ikimasunen.” (Karena itulah aku pergi ke sana.)
Bentuk lampau dari “ikimasunen” bukan “ikimashitanen”, tapi “ikimashiten”.

2.3.2.Ekspresi “Yoo (KK)+hen”
Untuk menyatakan “Aku tidak bisa melakukan…”, orang-orang Osaka menggunakan “Yoo (KK)+hen”. “yoo” berasal dari kata keterangan “baiklah” dan ekspresi itu tidak digunakan dalam BJS.

2.3.3.Bentuk Sopan
Di Osaka, terutama pada restoran-restoran dan toko-toko elektronik murah, pemilik toko bisa jadi berbicara dalam gaya yang terlihat lebih bersahabat, tetapi orang-orang ada kalanya menggunakan bentuk sopan dari BJS. Umumnya yang biasa didengar adalah konjugasi sopan dari DO bentuk “haru”. Akhiran “haru” sedikit kurang sopan bila dibandingnkan dengan BJS, tapi dapat dipergunakan dalam kebanyakan situasi. Beberapa contoh bentuk “haru”:
Iku-> ikaharu
Asobu-> asobaharu
Taberu-> tabeharu
Suru-> shiharu
Kuru-> kiharu


2.3.4.Menghilangkan Partikel
Pada percakapan dalam BJS, partikel seringkali dihilangkan, dan hal ini makin menjadi umum dalam DO. Tapi bila ingin membuat maksud jadi jelas, sebaiknya memang menggunakan partikel yang sesuai.

Diolah dari: buku yang tak kuketahui judulnya Cheesy Grin

Cmiiw.
Dan sekalian di-cross check ke-valid-annya dengan keadaan Osaka-ben sekarang ini...mengenai pengetrapannya di sono...apakah masih seperti itu? Silahkan odd-3... Wink

Mengenai daftar kosa kata...mungkin menyusul...gak bisa ditulis begitu saja, karena ada intonasinya dan...banyak. Cheesy